Sore ini, sewaktu jam menunjukkan pukul 5.13, sengaja kusempatkan membaca koran digital. Ya..sekarang udah banyak koran digital (kagum aku dengan kemajuan teknologi sekarang). hehe padahal jaman dulu - jaman masih kuliah sekalipun - baca koran harus koran kertas yg tintanya kemana-mana..bikin tangan kotor (tulisan berikutnya akan kusajikan kekagumanku atas teknologi terbaru mengenai dunia komputer)
Kubuka lembaran koran-jakarta (versi digital), kubaca bagian gagasan..dan sekilas kutemukan reaksi atas tulisan teman dan dosenku "Tanggapan Atas Tulisan 'Psikologi Pasar' di Koran Jakarta berjudul 'Catatan Untuk Rimawan'"...wah ini dia, kayanya seru nih..dan tahu ga??? emang benar-benar seru (setidaknya persepsiku), sisi lain pengambilan kebijakan yang mungkin justru menjadi kesalahan.
Rimawan sebelumnya menceritakan proses pengambilan kebijakan bailout bank century menggunakan pendekatan psikologi pasar yang masuk akal meski rasanya sedikit menyimpang dari teori ekonomi konvensional...sedangkan reaksi ini justru menggarisbawahi masalah persepsi pembuat kebijakan yg sll berasumsi dan kekurangan data lapangan.
Pulangpun aku masih kepikiran diskusi itu adalah diskusi yang cukup menarik karena benar-benar memberikan sisi yg sangat berlainan..tapi sayang...jam 10 malam kubuka facebook, aku di tag oleh teman sekaligus dosenku..bahwa sebelum tulisan yg termuat di koran digital itu telah ada tulisan lain di blog mas Ferizal yang telah dipublikasi sebelumnya..parahnya, tulisan ini sama sekali tidak mencantumkan sumber pemikiran dan cenderung mengaku bahwa itu adalah tulisannya...cih!!!!
Bagiku...orang itu sama saja menjilat kotorannya..sama sekali tidak terhormat secara intelektual..tapi semoga orang ini hanya lupa untuk memberikan sumber pemikirannya...Wallahualam